Penjelasan Apa Itu Kampanye Politik dan Sejarah Perkembangannya

apa-itu-kampanye-politik

Menjelang pemilihan umum tahun 2024, kandidat politik berlomba-lomba membuat strategi kampanye yang tepat dan menarik banyak suara. Lalu sebenarnya apa itu kampanye politik yang banyak dilakukan oleh partai-partai?

Penjelasan Kampanye Politik

Kampanye pemilu atau kampanye politik merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan kandidat partai untuk meyakinkan pemilih. Caranya dengan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri dari kandidat itu sendiri.

Tujuan utamanya adalah untuk memengaruhi opini dan pilihan supaya bisa mendukung calon atau partai politik tertentu. Biasanya kampanye politik dilakukan serentak oleh peserta pemilu selama periode kampanye yang sudah ditetapkan KPU.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertugas mengatur tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum. Termasuk juga periode dari kampanye politik tersebut.

Dalam pelaksaaan pemilu, peserta diharapkan menunjung prinsip jujur, terbuka, dan dialogis. Dengan begitu dapat memberikan informasi akurat & transparan kepada pemilih. Juga bisa membuka dialog dan diskusi antar peserta kampanye dan pemilih.

Sejarah Perkembangan Kampanye Politik

Sampai saat ini kampenye menjadi salah satu alat yang dipakai untuk memengaruhi dan memobilisasi orang-orang untuk beragam konteks. Berikut ini terdapat ulasan singkat mengenai sejarah perkembangan kampanye.

1. Kampanye Politik Kuno

Dalam sejarah kuno sudah ada kampanye politik. Sebagai contohnya adalah sistem demokrasi kuno di Yunani kuno, seperti Athena. Dimana calon politik akan berpidato di hadapan warga demi mendapatkan dukungan.

2. Revolusi Amerika

Selama Revolusi Amerika di abad ke-18, kampanye politik modern sudah mulai berkembang. Di masa ini dilakukan lewat surat kabar, pidato, dan pamflet. Gunanya untuk membuat warga tertarik dan bergerak memberikan dukungan kemerdekaan.

3. Kampanye Pemilihan Presiden AS

Selama abad ke-19, kampanye politik modern di Amerika Serikat mulai berkembang pesat. Pemilihan presiden menjadi salah satu ajang yang melibatkan kampanye, pidato publik, dan pemakaian media massa. Contohnya poster dan surat kabar.

4. Revolusi Industri dan Iklan

Di akhir abad ke-19 dan awal abad 20, kampanye komersial menjadi lebih terikat dengan pemasaran dan iklan. Perkembangan teknologi seperti radio, televisi, sampai surat kabar membantu kampanye iklan jadi lebih mencapai target audience secara lebih luas.

5. Perubahan Media Digital

Selama beberapa dekade terakhir, perkembangan internet dan media sosial memberikan perubahan yang cukup signifikan saat berkampanye. Banyak kandidat politik dan organisasi yang memanfaatkan platform digital dalam mencapai & berinteraksi dengan pemilih.

Jenis-Jenis Kampanye Politik di Indonesia

Menurut keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) N0. 35 Tahun 2004 tentang Kampanye Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden mengatur semua jenis atau bentuk kampanye. Terdapat 9 jenis kampanye politik yang bisa dilakukan oleh kandidat.

  • Melakukan debat publik/terbuka antar calon.
  • Memasang alat peraga ditempat umum.
  • Menyebarkan bahan kampanye.
  • Menyebarkan lewat media cetak atau elektronik.
  • Menyiarkan lewat radio dan atau televisi.
  • Melakukan pertemuan terbatas.
  • Melakukan rapat umum.
  • Melakukan tatap muka dan dialog.
  • Melakukan kegiatan yang tidak melanggaran peraturan perundang-undangan.

Lalu menurut sumber lain, yakni (Nimmo, 2009:48-49), kampanye politik memiliki beberapa jenis lainnya. Berikut ini beberapa macam kampanye politik tersebut.

1. Candidate Oriented Campaigns

Merupakan kampanye yang berorientasi pada kandidat, biasanya dimotivasi karena hasrat demi kepentingan politik. Misalnya kampanye pemilu, kampanye penggalangan dana bagi partai politik.

2. Kampanye yang Menyerang (Attacking Campaign)

Untuk kampanye ini ada dua jenis, yakni kampanye negatif yang melakukan penyerangan ke pihak lain lewat data atau fakta. Dimana keduanya bisa digunakan untuk diperdebatkan atau diverifikasi.

Kemudian yang kedua adalah kampanye hitam (black campaign), yaitu kampanye dengan sifat buruh atau jahat. Cara yang digunakan adalah untuk menjatuhkan lawan poitik agar bisa dapat keuntungan.

Strategi Kampanye Politik di Era Digital

Di zaman yang semuanya serba online, membuat banyak orang menggunakan platform sosial media untuk mendapatkan berbagai informasi. Hal inilah yang membuat banyak kandidat politik mulai memanfaatkan sosial media untuk menarik pemilik hak suara. Berikut ini beberapa strategi yang bisa digunakan untuk kandidat politik.

1. Bangun Branding

Kandidat politik yang nantinya terpilih akan menjadi wakil pemimpin rakyat. Oleh karena itulah dibutuhkan political branding dengan kepribadian yang sesuai. Tidak hanya citra positif, namun bisa mendapatkan nilai tambah jika dapat menunjukkan kesiapan dalam menjawab kebutuhan dan permasalahan calon pemilih.

Untuk dapat membangun personal branding ini maka bisa menggunakan bantuan platform digital. Misalnya lewat Instagram atau website. Semakin banyak value yang dikeluarkan oleh kandidat politik, maka dapat menjangkau calon pemilih dengan lebih tepat.

2. Ketahui Prinsip Positioning

Kemudian kandidat politik juga harus bisa memengaruhi persepsi masyarakat luas. Dimana prinsip positioning yang jelas dapat memasuki kategori top of mind khalayak luas. Dengan kata lain menunjukkan bahwa suatu entitas akan menjadi yang pertama diingat.

3. Utamakan Riset & Analisis

Dari sebuah penelitian pada kampanye tahun 2019, sebanyak 80% masyarakat Indonesia dengan usia 17-35 tahun tidak mengenal profil kandidat politik. Ini dikarenakan kurangnya analisis dan riset secara menyeluruh, sehingga menjadikan kesalahan fatal saat kampanye politik.

Oleh sebab itulah akan lebih baik jika bisa melakukan riset dan analisis terlebih dahulu untuk mengetahui target calon pemilih. Dengan begitu nantinya bisa mendapatkan suara yang bulat dan sesuai jumlah pastinya.

4. Aktif di Sosial Media

Akan lebih mudah untuk menjangkau lebih banyak pemilih ketika kandidat dapat aktif di sosial media. Ini dimaksudkan untuk memberikan sumber informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam hal ini pastikan untuk menujukkan informasi yang benar-benar tepat.

Jangan memberikan informasi hoax yang nantinya malah membuat banyak audience tidak lagi percaya. Selain itu juga pastikan bahwa dapat memproduksi informasi yang kredibel dan berkualitas.

5. Pakai Website Khusus

Tidak hanya aktif di sosial media, namun juga bisa memanfaatkan website untuk strategi kampenya di era digital. Website ini nantinya dipakai untuk menjelaskan transparansi dan akuntabilitas tokoh politik pada calon pemilih. Selain itu juga bisa dipakai untuk memproduksi konten yang relevan dan menarik.

Misalnya berbagi berita terkini, infograsif, atau membagikan aktivitas politik positif pada calon pemilih. Agar menjangkau lebih banyak audience, pastikan untuk membuat website yang ramah dan mudah dinavigasi oleh pengguna.

6. Sajikan Artiktel Informatif

Terakhir adalah menyajikan informasi seputar kampanye politik yang informatif. Dengan begitu bisa menarik lebih banyak perhatian dari masyarakat Indonesia. Selain itu juga akan mendapatkan eksposur dan branding di waktu yang bersamaan.

Dalam pembuatan artikel ini usahakan untuk menerapkan kaidah SEO agar bisa muncul pada SERP. Perhatikan judul, meta description, slug, SEO keywords, dan CTA. Hal ini tidak hanya membuat kandidat politik jadi lebih terkenal, namun website tersebut juga akan banyak dilirik pastinya.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu kampanye politik, sejarah perkembangan, jenis-jenisnya, dan strategi di era digital. Sangat penting bagi kandidat politik untuk bisa membuat pertimbangan yang lebih bijaksana ketika memulai kampanye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *